....SELAMAT DATANG.... MUQODDAM, IKHWAN, AKHWAT DAN MUHIBBIN THORIQOH ATTIJANIYAH SEMOGA BERMANFAAT AMIN.. attijani sampang

Sabtu, 26 Maret 2016

Biografi singkat Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany RA.


  • Beliau dilahirkan tahun 1150 H
  • Hafal Al Qur’an dengan sempurna ketika berumur 7 tahun .
  • Beliau sibuk menuntut ilmu dzahir sampai berumur 20 tahun, dan sudah dipercaya dan berhak mengeluarkan fatwa (Mufti) sejak masih muda yaitu ketika berumur 16 tahun.
  • Kedua orang tua beliau wafat tahun 1166 H, ketika umur beliau 16 tahun .
  • Sejak Umur 21 tahun beliau mendalami Ilmu-ilmu Tashawwuf dan banyak mengunjungi wali-wali besar dizamannya.
  • Pada tahun 1186 H. beliau menunaikan ibadah Haji dan ziarah ke makam As Syarif Rasulullah Saw. dan dalam kesempatan itu pula beliau mengunjungi wali-wali besar baik selama perjalanan berangkat menuju Makkah dan Madinah juga ketika beliau tinggal di kedua kota suci tersebut, serta dalam perjalanan pulangnya.
  • Wali-wali besar yang beliau temui antara lain :
    1. Abu Muhammad At Tayyib bin Muhammad bin Abdillah.
    2. Sayyid Muhammad Al Wanjali digunung Zabib mengatakan : engkau pasti mencapai maqam / pangkatnya As Syadily.
    3. Sayyidi Abdullah bin Al Araby bin Muhammad Al Andalusi yang mengatakan kepada beliau :
الله يأ حذ بيد ك ، الله يأ حذ بيد ك ، الله يأ حذ بيد ك ،
Allah yang membimbingmu 3X.
4.    Abu Abbas Ahmad At Thawasy.
5.    Abu Abdillah bin Abdir Rahman Al Azhary darinya beliau mendapat talkin thoriqoh Holwatiyah.
6.    Sayyid Mahmud Al Kurdi yang pada awal pertemuannya mengatakan:
أنت محبوب عند الله في الدنيا والآ خرة
Kamu adalah kekasih Allah Swt. di dunia dan Akhirat.
  • 7. Syaikhul Imam Abil Abbas Sayyidi Muhammad bin Abdillah An Hindi, darinya beliau mendapat ilmu, asror, hikmah dan cahaya, tanpa melalui pertemuan, cukup melalui risalah yang di sampaikan oleh khodamnya, yang menegaskan bahwa : “Engkau yang mewarisi ilmuku, Asrorku, Wibawaku dan Cahayaku”.
  • 8. Al Quthbil Kabir As Samman RA. yang memberi tahu bahwa dia adalah Al Quthbul Jami’.
Pada tahun 1196 H. beliau menuju Qasra Abi Samghun dan syalalah di gurun Sahara bagian timur. pada tahun tersebut beliau mendapat Fathul Akbar yaitu bertemu langsung dengan Rasulullah Saw. dalam sadar / tidak tidur / bukan mimpi. ketika bertemu langsung dengan Rasulullah Saw tersebut. beliau mendapat amanat wirid Istigfar 100x dan sholawat 100x untuk ditalqinkan kepada semua orang yang ingin kembali dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dalam kesempatan itu pula Rasulullah menjelaskan kepada beliau bahwa : “Tidak ada karunia bagi mahluk atas kamu dari para masyayikh Thariqah. Maka akulah (Rasulullah) sesungguhnya yang menjadi guru dan pembimbing kamu, oleh karena itu tinggalkan semua wirid yang kamu ambil dari Thariqah Thariqah lain.
Pada tahun 1200 H. Rasulullah Saw. menyempurnakan wirid Thariqah At Tijany dengan Hailalah 100x, dan Rasulullah menjamin kepada Syeikh Ahmad At Tijany RA dengan sabdaNya : “ Engkau ya Ahmad adalah pintu keselamatan bagi orang-orang yang berdosa yang ingin kembali kejalan Allah dengan mengikutiMu”.
Sejak saat itulah beliau turun kelapangan da’wah dan dari segala penjuru, banyak orang yang menyambut dan mengikuti da’wahNya.
  • Kemudian beliau pindah ke kota Fas dan tinggal disana berjihad dan dakwah serta menjadi penasehat Raja sampai akhir hayatnya.
  • Pada hari kamis 17 Syawwal 1230 H. pada usia 80 tahun, setelah menunaikan sholat subuh, beliau berbaring miring kesamping kanan , beliau minta air dan meminumnya, setelah beliau berbaring kembali sebagaimana semula maka berangkatlah ruh suci beliau menemui Dzat Al Khaliq, kekasih dan pujaanNya selama hidup dengan dijemput manusia terkasih guru besar pembimbing ruhani dan Datuknya, Rasulullah Saw.
  • Beliau dimakamkan di kota Fas – Maroko.
( Riwayat beliau yang lebih lengkap baca buku Sayyidul Auliya’ Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany dan Thariqahnya yang disusun oleh K.H. Fauzan Adziman Fathullah Sidogiri).
3. Keutamaan dan Karomah Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra.
  • Karomah adalah sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan yang terjadi pada diri seseorang wali Allah Swt. sebagai kelanjutan dari Mu’ jizat para Nabi.
  • Keutamaan dan Karomah Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany sangat banyak dan tampak sejak kecil, baik kekeramatan Ma’nawy maupun Hissy ( tanpak Lahiriah).
Kekeramatan Ma’nawy jauh lebih tinggi nilainya, antara lain :
    1. Beliau sangat besar perhatian dan patuhnya terhadap Syariat Islam Lahir dan batin, dalm segala aspeknya, dalam segala hal ihwal menjiplak / taqlid pada Rasulullah Saw. jadi tidak nyeleneh-nyeleneh / berbuat macam-macam yang membuat orang bingung, bahkan beliau bersabda : “ Barang siapa mendengar sesuatu dariku cocokanlah dengan timbangan Syar’i (Al Qur’an dan Sunnah), jika cocok ambillah jika tidak tinggalkanlah”.
    2. Bisa melihat dan selalu bersama Rasulullah Saw., dalam keadaan sadar tidak pernah terhalang dengan beliau walau sekejap mata dan beliau selalu mendapat bimbingan dari Rasulullah Saw. dalam segala hal ikhwalnya.
    3. Barang siapa bertemu / bermimpi beliau (Syeikh Ahmad At Tijany) pada hari senin atau jum’at masuk surga tanpa hisab dan tanpa di siksa atas jaminan Rasulullah Saw. dari Allah Swt.
    4. Syeikh Ahmad At Tijany RA. dapat melakukan dzikir, menemui tamu dan berfatwa pada umat dan menulis dalam waktu dan tempat yang sama tanpa merasa sibuk.
    5. Beliau menguasai semua ilmu yang manfaat, sehingga mampu menjawab dan membahas semua masalah yang diajukan kepadanya dengan mudah dan tepat serta sangat memuaskan. Digambarkan seakan akan ada papan (yang berisi semua ilmu) dihadapannya.
    6. Syeikh Ahmad At Tijany adalah pemegang mahkota kewalian tertinggi yaitu Al Khatmul Aulia’ Al Muhammady, sebagai mana Rasulullah Saw. adalah Al Khatmul Anbiya’. Dari beliaulah (Syeikh Ahmad At Tijany RA.) semua wali Allah sejak dari zaman Nabi Adam sampai hari kiamat mendapat aliran / masyrab ilmu kewalian , Fuyudlat dan Tajalliat serta Asror-Asror yang mengalir dari Rasulullah Saw. baik mereka menyadari atau tidak,sebagaimana para nabi terdahulu, mereka mendapat Masyrab ilmu kenabian dari Rasulullah Saw. selaku Khatmul Anbiya’. (lebih jelas silahkan pelajari Ar Rimah Juz 2/17)”. Al Masyrabul Kitmani”.
    7. Beliau mengetahui “Ismul A’dzam” dan berdzikir dengannya
Dan masih banyak lagi karomah beliau yang tidak disebutkan dalam buku singkat ini.

Syaidul Anbiya' & Syaidul Auliya'

Sumber : K.H. Drs. M. Yunus A. Hamid (Muqaddam Jakarta)

Persamaan yang sangat sempurna yang menjadi tanda bahwa Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijani ra sebagai pewaris khusus Rasulullah SAW
(waratsah Al Muhammadiyyah Al Khashah)


I. Persamaan dalam kurun waktu.
1. Rasulullah SAW : Lahir di akhir zaman, paling akhir   diantara   para Nabi dan Rasul. Yang mana tidak ada Nabi dan Rasul lage setelah Beliau.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Juga lahir di akhir zaman, 12 abad setelah hijrahnya Rasulullah SAW. Yang mana tidak ada Wali Quthub lagi setelahnya yang mendapat mandat / tugas untuk menyampaikan amalan thariqah mu’tabarah lagi setelah beliau.
2. Rasulullah SAW : Jauh sebelum beliau lahir, namanya sudah mashur dan tertulis dalam kitab kitab para Nabi sebelumnya, seperti pada Taurat dan Injil bahkan pada kitab kitab suci lainnya.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Jauh sebelum beliau lahir,  namanya juga sudah tercantum dalam kitab kitab sufi para auliya’ sebelumnya, diantaranya dalam kitab Futuhatul Makiyah dan kitan Anqaul Maghribi fi Syamsil Maghribi.
3. Rasulullah SAW : Para Nabi dan Rasul serta ummatnya iman kepada Nabi Muhammad SAW sebelum beliau lahir, setelah Nabi lahir orang Yahudi dan Nashara malah ingkar.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Para auliya’ terdahulu dan murid muridnya iman akan kewalian dan ketinggian maqam Syeikh, tapi setelah beliau lahir sebagian besar murid murid para wali terdahulu itu ingkar.
4.  Rasulullah SAW : Tidak ada lagi agama samawi yang dinyatakan benar dan berlaku setelah adanya agama Islam.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Tidak ada lagi thariqah yang mu’tabar keluar setelah thariqah At Tijaniyah.
5.  Rasulullah SAW : Syariat Islam sangat cocok dengan kondisi ummat akhir zaman, karena kesempurnaan dan nilainya tapi sangat ringan kewajiban kewajibannya.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Amalan Thariqah At Tijaniah sangat cocok dengan kondisi ummat akhir zaman, karena ringan dan sedikit jumlah wiridnya tapi sangat agung dan tinggi keutamaannya.
6.  Rasulullah SAW : Mu’jizat Nabi Muhammad SAW banyak yang langgeng sampai kiamat, diantaranya Al Qur’an.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Karomah Sayyidi Syeikh langgeng sampai kiamat, salah satunya “Siapa saja yang percaya akan kewalian dan ketinggian martabat beliau disisi Allah SWT dan  mencintai beliau karena Allah, (walaupun orang tersebut tidak pernah berjumpa dengan beliau) maka orang tersebut dijamin tidak akan mati kecuali telah menyandang predikat sebagai wali Allah”.
II.  Persamaan (waratsah) dalam biografi (riwayat hidup)
1.  Rasulullah SAW : Namanya Muhammad
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra.: Namanya Ahmad
2.  Rasulullah SAW : Nasab Rasulullah SAW adalah nasab bangsawan dan paling afdhal yaitu Bani Hasyim Al Quraisy, dari bani Qinanah dari Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim as.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. : Nasab Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra adalah nasab bangsawan yang sambung secara sempurna dari kedua orang tua beliau pada Rasulullah SAW yang juga bersambung sampai pada Nabi Ibrahim as.
3.  Rasulullah SAW : Wajah Nabi Muhammad SAW sangat mirip dengan wajah Nabiyullah Ibrahim Al Khalil as.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Wajah Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra sangat mirip dengan wajah Sayyidul Wujud Rasulullah SAW.
4.  Rasulullah SAW : Akal  Rasulullah SAW adalah akal yang paling sempurna dan paling jenius, yaitu akal yang mencapai puncak tertinggi diatas ketinggian akal semua Nabi dan Rasul.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Akal Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra adalah akal paling cerdas diatas kecerdasan akal semua wali Allah SWT.
5.  Rasulullah SAW : Qalbu / hati Rasulullah SAW adalah hati yang selalu jaga / tidak pernah tidur walaupun kedua mata beliau yang mulya itu sedang terlelap.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Qalbu / hati Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra juga hati yang selalu jaga dan tidak tidur seperti Rasulullah SAW.
6.  Rasulullah SAW : Ahlak Rasulullah SAW adalah ahlak yang paling agung dan mulya menurut Allah SWT.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Ahlak Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra adalah ahlak Rasulullah SAW. Segala aktifitas Beliau menjiplak atau menyesuaikan diri dengan ahlak Rasulullah SAW.
7.  Rasulullah SAW : Menu Makanan faforit Rasulullah SAW adalah daging kambing dan susu serta madu.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Menu Makanan faforit Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra sama dengan Rasulullah SAW.
8. Rasulullah SAW : adalah kota Ilmu sedangkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah pintu gerbangnya.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : adalah gudang ilmu kewalian, sedangkan Sayyidi Ali Harazim adalah pintu futuhnya.
9Salah satu sahabat besar Rasulullah SAW bernama Umar Ibnul Khattab ra. Dia seorang Khalifah, ulama’, dan Panglima perang tangguh yang  meninggal secara  syahid.
Salah satu sahabat besar Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra adalah Sayyidi Umar Al Futi. Dia seorang Khalifah, ulama’, dan Panglima perang tangguh yang syahid.
10. Diantara sahabat Rasulullah SAW ada yang dimakamkan di padang Badar
Sahabat dan murid kepercayaan Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra, Sayyidi Ali Harazim ra. meninggal dan dimakamkan juga di padang Badar.
11. Rasulullah SAW : sepanjang hayatnya selalu berdakwah dan berjihad melawan kaum musyrikin, kafir Yahudi, Nasrani dan penghianat agama Islam
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : sepanjang hayatnya juga disamping berdakwah juga berjuang melawan penjajah Prancis, kaum musyrikin dan penghianat agama
12. Rasulullah SAW : lahir di Mekkah kemudian hijrah, wafat dan dikubur di kota Madinah Al Munawwaroh tempat dia berjuang dan mencapai kemenangan dan kejayaan.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Lahir di Ainul Madi (saat ini masuk wilayah Negara Aljazair) kemudian hijrah dan  wafat lalu dikubur di kota Fas – Maroko tempat dia berjuang dan mencapai kemenangan dan kejayaan.
13. Rasulullah SAW : lahir di Mekkah lalu hijrah ke Madinah, dan dari kota Madinah itu Beliau menyusun kekuatan sehingga bisa menaklukkan kota Mekkah dan seluruh dunia dengan Islam
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Lahir di Ainul Madi kemudian ahirnya hijrah ke Fas, dari situlah beliau merintis perjuangan sufinya sehingga Thariqahnya juga menguasai tanah kelahiran beliau dan juga bisa menyebar ke seluruh dunia.
14. Rasulullah SAW : adalah Al Khatmul Anbiya’ wal Mursaliin.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra :. Adalah Al Khatmul Auliya’ Al Muhammadiyyiin
15. Jenazah Rasulullah SAW beberapa kali mengalami pendzaliman, digali dan ingin dicuri tapi tidak berhasil.
Jenazah Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Juga pernah dicuri dan mau dibawa ke Ainul Madi – Aljazair tapi ahirnya dikembalikan.
16. Cucu Rasulullah SAW Al Hasan bin Ali ra. wafat diracun oleh musuh politiknya, sedang kan  Al Husain dipenggal oleh tentara Yazid bin Mu’awiyah di Karbala.
Putera Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra, Sayyidi Muhammad Al Kabir Juga didzalimi dan dibunuh oleh tentara penguasa tiran.
17. Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabatnya agar  berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam ke seluruh pelosok dunia
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Juga memerintahkan kepada para sahabat dan murid muridnya yang sudah futuh untuk berdakwah dan menyebarkan Thariqah At Tijaniyah ke seluruh pelosok dunia.
18. Istri istri Rasulullah SAW : berasal dari berbagai qabilah / suku bangsa.
Istri istri Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra : Juga berasal dari berbagai suku bangsa.
19. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT dengan perintah melalui wahyu yang sorih. Sebagaimana firman Allah dalam surah Yasin ayat 1-3 :
يس * والقران الحكيم * انك لمن المرسلين
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. dilantik sebagai Wali Al Quthbi Al Maktum wal Khatmi Al Muhammadiy dan mendapat amanat amalan Thariqah melalui pertemuan langsung dengan Rasulullah SAW dalam kondisi sadar bukan mimpi.
III. Persamaan dan kemiripan dalam maqam, ajaran dan mu’jizat (Nabi SAW) dam  Karomah Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany radliyallaahu anhu.
1.    Agama Islam adalah agama penerus Millah Ibrahim Yang haniif
Thariqah At Tijaniyah adalah Thariqah Rasulullah yang juga sambung dengan Nabi Ibrahim sehingga juga dikenal dengan sebutan Thariqah Al  Ahmadiyyah Al Muhammadiyyah Al Ibrahimiyyah Al Haniifiyyah.
2.   Agama Islam mendapat tantangan diingkari orang terutama Yahudi dan Nasrani. Dan pengingkaran tersebut bukan karena ajaran Islam salah tapi karena sifat iri dan kedengkian Yahudi dan Nasrani.
Thariqah At Tijaniyah juga dapat cobaan diingkari orang, terutama para pengikut thariqah thariqah sebelumnya. Dan sebabnya juga bukan karena amalan Thariqah At Tijany itu melanggar Syariat Islam, tapi karena sifat iri dan dengki.
3.   Tidak ada lagi agama samawi yang turun setelah turunnya agama Islam.
Tidak ada lagi Thariqah mu’tabarah (Thariqah yang sanadnya sambung sampai kepada Rasulullah SAW) setelah turunnya Thariqah At Tijaniyah.
4.  Agama Islam adalah agama Allah dan agama Rasullullah SAW, segala aturannya langsung berasal dari sisi Allah SWT. Bukan buatan / karangan Rasulullah SAW.
Thariqah At Tijaniyah adalah Thariqah Rasulullah SAW, semua ketentuan, aturan, syarat dan rukunnya berasal dari Rasulullah SAW langsung bukan dibuat oleh Sayyidi Ahmad bin Muhammad At Tijany radiyallaahu anhu.
5.   Agama Islam adalah agama terakhir dan paling utama baik di dunia maupun di akhirat.
Thariqah At Tijaniyah adalah Thariqah terakhir dan paling utama baik di dunia maupun di akhirat.
6.   Rasulullah SAW atas izin dan ridha Allah SWT menjamin kepada orang yang masuk Islam dengan jaminan surga secara pasti
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Mendapat jaminan dari Rasulullah SAW bahwa semua pengikut / pengamal Thariqah At Tijany yang benar dan istiqamah termasuk juga istrinya, anak anaknya, kedua orang tua dan mertuanya dijamin akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa disiksa (dengan catatan: mereka muslim, percaya dan mendukung).
7.  Salah satu amalan wajib bagi ummat Islam adalah membaca As Sab’ul matsani, yakni suratul Fatihah yang merupakan ummul Qur’an (induk dari seluruh ayat Al Qur’an)
Salah satu amalan wajib dalam Thariqah At Tijaniyah adalah membaca induk dan afdhalus shalawat kepada Rasulullah SAW yaitu SHALAWAT AL FATIH.
8.  Kewajiban utama orang Islam adalah menegakkan Shalat lima waktu yang asalnya 50 waktu.
Salah satu kewajiban bagi ikhwan Thariqah At Tijany adalah membaca Shalawat Al Fatih 50 kali setiap hari dalam wirid wadhifah.
9.   Rasulullah SAW memberi berita gembira dengan janji surga bagi para sahabat dan ummatnya
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Memberi berita gembira dengan FATHUL AKBAR bagi para sahabat sahabatnya, dan mimpi bertemu Rasulullah SAW, serta ruhnya akan dijumput Rasulullah pada saat ajal bagi murid muridnya.
10.  Sesungguhnya Rasulullah SAW hadir (dzahir dan batin / ruh dan jasadnya)  dalam setiap ibadah shalat  ummatnya, buktinya redaksi shalawat dalam bacaan tahiyyat adalah sbb:
السلام عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته
Sesungguhnya Rasulullah SAW dan Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra bersama sahabat yang empat hadir (dzahir dan batin / ruh dan jasadnya) dalam setiap pembacaan wirid wadzifah, terutama pada bacaan jawharatul kamal ketujuh dan seterusnya.
11.   Wajib bagi ummat Islam shalat Jum’at berjamaah jika tidak ada ‘udzur syar’i
Wajib bagi Ihwan Thariqah At Tijaniyah hadir membaca Wadzifah dan Hailalah berjamaah,  ba’da ashar pada setiap hari Jum’at jika tidak ada ‘udzur syar’i dan di daerah itu ada ikhwan.
12.  Kewajiban shalat lima waktu ada yang harus dibaca jelas (jahr) jika berjamaah yaitu shalat Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Juga pada shalat Jum’at. Sedangkan shalat dzuhur dan ashar tidak boleh dibaca keras (harus dibaca sir / pelan) walaupun berjamaah.
Wirid wajib Thariqah At Tijaniyah ada yang wajib dibaca keras (jahr) kalau berjamaah, yaitu wirid Wadzifah dan Dzikir Hailalah Jum’at. Sedangkan wirid pagi dan sore tidak boleh dibaca dengan keras (wajib dibaca pelan / sir).
13.  Sesungguhnya Rasulullah SAW benar benar bertemu dan melihat Allah SWT pada malam Isra’ dan Mi’raj.
Demikian pula Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Melihat Allah SWT dalam mimpinya, dimana beliau membaca Al Qur’an di hadirat Allah swt dengan bacaan riwayat WARASY dan langsung hafal seluruhnya dengan kaedah bacaan tersebut
14.  Rasulullah SAW mendapat amanat dari Allah SWT syariat Islam yang ringan tapi paling besar keutamaannya.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Mendapat amanat Thariqah At Tijaniyah yang ringan dan sedikit amalannya tapi paling besar keutamaannya.
15. Semua agama samawi sebelum Islam menjadi batal tidak berlaku setelah kehadiran agama Islam.
Semua Thariqah Mu’tabarah akan punah kecuali Thariqah At Tijaniyah yang akan tetap bertahan sampai kiamat.
16.  Syariat Islam adalah kumpulan dari semua syariat yang turun kepada para nabi sebelumnya, dan bertugas untuk menyempurnakan aturan aturan tersebut
Amalan Thariqah At Tijaniyah adalah kumpulan dari amalan semua  Thariqah sebelumnya, dan bertugas  menyempurnakan. Contoh: amalan Thariqah Naqsyabandiyah adalah dzikir khafi Ismu Dzat ‘Allah, Allah, Allah’ saja, Qadiriyah hailalah saja, ada yang istigfar saja atau shalawat saja. Tapi amalam Thariqah At tijany mencakup semua; Istighfar, shalawat dan hailalah juga Allah, Allah, Allah .
17.  Para Ulama / Wali adalah pewaris ilmu dan asrar para Nabi. Yakni semua Nabi dari zaman Nabi Adam s/d Nabi Muhammad SAW
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Adalah pewaris ilmu dan asrar Rasulullah SAW secara khusus dalam kapasitasnya  sebagai Khatmul Auliya’
18.  Para Nabi dan Rasul dari Nabi Adam as s/d Nabi Isa as mengambil ilmu dan asrar dari telaga kenabian Nabi Muhammad SAW dalam kapasitasnya sebagai Khatmul Anbiya’.
Para Wali dari zaman Nabi Adam as sampai kiamat mengambil ilmu dan asrar kewaliannya dari telaga Khatmul Auliya’ Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra. (Al Masyrabul Kitmani).
19.  Mu’jizat para Nabi alaihimus salam menjadi karamah bagi para auliya’ dari ummat Nabi Muhammad SAW.
Mu’jizat Rasulullah SAW secara khusus menjadi karomah Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra.
20.   Rasulullah SAW mempunyai banyak sahabat.
Sahabat dan murid Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra. Diakui juga  sebagai sahabat dan murid Rasulullah SAW.
21.   Rasulullah SAW adalah Nabi yang paling utama dari semua nabi sebelumnya, begitu pula ummatnya adalah ummat paling utama dari semua ummat para Nabi dan Rasul sebelumnya.
Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra adalah Wali Quthub yang paling utama sedangkan murid muridnya juga paling utama dan mempunyai pertalian khusus dengan para Sahabat Rasulullah SAW. Oleh sebab itu derajat ihwan Thariqah At Tijany disisi Allah SWT lebih tinggi nilainya dari pada para Wali Qutub walaupun mereka termasuk golongan orang awam.
22.  Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai Nabi Muhammad SAW, dan Dia sangat perhatian dan besar cemburunya sehingga dia berfirman :
ان شانئك هو الابتر
“Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat dan kasih sayang Allah SWT)”.
Sesungguhnya Rasulullah SAW sangat mencintai Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra, dan dia sangat cemburu kepada orang yang menyakitinya. Rasulullah SAW bersabda kepada Sayyidi Syeikh : “Ya Ahmad : Siapa saja yang mencelamu dan tidak bertaubat, tidak akan mati kecuali dalam kekafiran)”.
23. Para Nabi dan Rasul sebelum Rasulullah SAW sangat senang jika ada ummatnya yang beriman kepada Rasulullah dan masuk Islam.
Para Auliya’ terdahulu sangat senang jika ada diantara murid muridnya yang percaya dan masuk thariqah  Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijani ra.
24.  Rasulullah SAW adalah BARZAHUL AKBAR (sekat pemisah terbesar antara Dzat Pencipta dengan seluruh mahluk).
Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra, adalah Barzahul Barazah / Al Barzahul mahtum yang menjadi sekat pemisah terakhir antara Rasulullah SAW dengan seluruh mahluk selain dia.
25. Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah kekasih Allah SWT, barang siapa yang cinta kepada Rasulullah SAW Allah cinta kepadanya.
Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra, adalah kekasih Allah SWT dan Kekasih Rasulullah SAW. Barangsiapa yang cinta kepada Sayyidi Syeikh maka dia dicintai Allah dan RasulNya dan tidak akan mati kecuali sudah menyandang predikat sebagai Wali Allah.
26.   Ruh Rasulullah SAW tempat bersandar arwah para Nabi dan Rasul.
Ruh Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany ra, adalah tempat bersandar arwah para Wali sejak zaman Nabi Adam as. sampai hari kiamat.
27.   Barangsiapa meninggalkan agamanya (selain Islam) karena ingin masuk Islam, maka Allah SWT ampuni seluruh dosanya dan dijamin masuk surga. Sebaliknya jika keluar dari Islam untuk masuk agama lain maka dia kafir dan rugi dunia akhirat serta akan masuk neraka.
Barangsiapa meninggalkan thariqahnya (selain Tijany) karena ingin masuk Thariqah At Tijaniyah, maka dijamin aman dan surga oleh Allah SWT. Sebaliknya jika meninggalkan Thariqah At Tijaniyah walaupun masuk thariqah lain yang mu’tabar maka Allah SWT campakkan dia dari hadrah-Nya dan dicabut seluruh karunia khususiyahnya dan terancam akan mati kafir. Na’udzubillah !.
28.  Rasulullah SAW adalah hamba dan kekasih Allah SWT dengan berita secara langsung dari Allah SWT.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra. Adalah kekasih Allah SWT dan Rasulullah SAW, dengan pernyataan langsung dari Rasulullah SAW melalui pertemuan dalam sadar (yaqadzah) bukan dalam mimpi.
29. Rasulullah SAW menduduki maqam sebagai Al Fatihi lima ughliqa dari kalangan para Nabi dan Rasul.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra. menduduki maqam sebagai Al Fatihi lima ughliqa dari kalangan para Awliya’.
30. Rasulullah SAW menduduki maqam sebagai Al Khatimi lima sabaqa dari kalangan para Nabi dan Rasul.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra. menduduki maqam sebagai Al khatimi lima sabaqa dari kalangan para Awliya’.
31.   Rasulullah SAW selama hidupnya tidak pernah mengalami fana’ sebagaimana para Nabi sebelumnya pada waktu tertentu, seperti Nabi Musa as lupa diri dan semuanya pada saat mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Allah SWT.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra. Juga tidak pernah mengalami fana’ (lupa diri dan semuanya) walaupun sedang mengalami kondisi tanjakan ruhani seperti saat bertemu langsung dengan Rasulullah SAW dalam sadar (bukan mimpi). Tapi para wali quthub sebelumnya semua pernah mengalami fana’ dan jadzab.
32.  Rasulullah SAW. Menerima wahyu pertama melalui malaikat Jibril saat beliau khalwat di gua hira’.
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra. ketika mendapat Al Fathul Akbar dan bertemu langsung dengan baginda Rasulullah SAW (dalam sadar bukan mimpi) yang mana beliau dilantik sebagai Wali Quthub oleh Rasulullah SAW pada saat beliau berada di dalam sebuah gua yang sangat mirip kondisinya dengan gua Hira di tengah gurun pasir daerah Abu Syamghun dan syalalah.

Rabu, 23 Maret 2016

KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH


 Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammaddinil Fatihi Lima Ughliqo Wal Khotimi Lima Sabaqo,
Nashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Shirotikal Mustaqim Wa Ala Alihi Haqqo
Qodrihi Wa Miq Darihil Adzim.
Artinya: “ Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran
dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,
sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung ”.
Sholawat al-Fatih memiliki 8 martabat keutamaan, dibawah ini hanya keutamaan pada
martabat yang pertama saja, sedangkan yang lainnya dirahasiakan oleh Allah SWT,
diantaranya adalah :
1. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari di jamin hidup bahagia dunia dan akhirat.
2. Membaca sholawat al-Fatih 1x menghapus semua dosa (Besar Dan Kecil ).
3. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala ibadah semua mahluk di alam
semesta ini 6000x lipat.
4. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh
mahluk dari awal di ciptakan sampai sekarang 600x lipat.
5. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari, di jamin mati membawa iman ( husnul
khotimah ).
6. Membaca sholawat al-Fatih 10x di malam jum’at lebih besar pahalanya dari pada
ibadah seorang wali yang tidak membaca sholawat al-Fatih selama 1 juta tahun.
7. Pahala sholawat al-Fatih dapat menutupi dan mengganti kesalahan yang pernah ia
lakukan terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti tuntutannya di hari kiamat.
ini caranya :
FIDYAH DENGAN SHOLAWAT al-FATIH
Sayyid Muhammad Ibnul `Arooby ad-Dimroowy ra berkata : ”Sebagian dari yang telah
diajarkan oleh Syekh kami Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijany ra tatkala aku bertanya
kepada beliau tentang masalah gibah dan masalah lain yang serupa dengan itu seperti
mengambil hal milik orang. Maka beliaupun menjelaskan : Bacalah sholawat al-Fatih, lalu
ucapkanlah pernyataan ini : ( Ya Allah sholawat ini aku hadiahkan kepada setiap orang yang
bagiku dan bagi kedua orang tuaku ada semacam tanggungan, kezholiman, hak yang aku
langgar serta hutang piutang yang belum sempat aku tunaikan sejak aku lahir hingga aku mati,
yang akan ia tuntut aku pada hari kiamat dihadapan-Mu. Ya Allah, terimalah bacaan
sholawatku ini, dan sampaikanlah pahalanya kepada mereka, agar mereka mendapatkan
pahalanya sesuai dengan bagian mereka masing-masing)” ( Ghoyatul `Amaany. Syekh
Muhammad as-Sayyid at-Tijany hal 8 )
8. Membaca sholawat al-Fatih 100x di malam jum’at menghapus dosa 400 tahun.
9. Membaca Shalawat Al Fatih 1x sama dengan mengkhatamkan Al Quran 6000 x lipat.
10. Membaca Shalawat Al Fatih 1x sama dengan membaca Dalail Al Khairat 6000x lipat.
11. Syekh Ahmad at-Tijany R.a berkata :”Keistimewaan sholawat al-Fatih sangat sulit di
terima oleh akal, karena ia merupakan rahasia Allah SWT yang tersembunyi.
Seandainya ada 100,000 bangsa, yang setiap bangsa itu terdiri dari 100,000 kaum,
dan setiap kaum terdiri dari 100,000 orang, dan setiap orang diberi umur panjang oleh
Allah SWT sampai 100,000 tahun, dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap
hari 100,000 x, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca sholawat
al-Fatih 1x.
( al-Fathur Robbany karya Sayyid Muhammad bin Abdillah as-Syafi`ie
at-Thoshfaawy at-Tijany hal 99-100 ).

Faidur Rabbany ( MANAKIB ATTIJANI )



Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

          Ya Allah limpahkan rahmat atas junjunganku Muhammad pembuka yang terkunci, penutup yang terdahulu, penolong kebenaran dengan membawa kebenaran dan penunjuk jalanMu yang lurus juga atas keluarganya dengan haq pangkat dan kedudukannya yang agung Dengan permohonan ini, engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima serta menjaga kami dari golongan orang-orang yang dihinakan, dan engkau limpahkan keridhoanMu Ya Allah, bagi junjungan dan sandaran kami Abil ‘Abbas Ahmad Bin Muhammad Al-Tijany RA, juga engkau limpahkan bagi pengikutnya, pemilik kedekatan denganMu dan juga bagi kami dengan sebab mereka, serta berilah kami minuman dari limpahan berkah mereka dengan sepenuh cawan-cawan kami

“Limpahkan rahmat dan keselamatan pada Nabi, keluarga
Sahabat dan keturunannya, Quthbi al-Tijaany”
“Pujiku pada dzat keagungan dan kemulian
Karena telah anugrahi kami dengan junjungan manusia”
“Muhammad pilihan diantara utusan Allah
Baginya dan keluarga rahmat Allah”
“Dan dengan Sholawat al-Faatih yang mengungguli
Semua ibadah, serta merengkuh seluruh rahasianya”
“Juga dengan abil al-Faidl Ahmad Tijaany
Penolong orang dahulu dan yang akan tiba”
“Rutinkanlah engkau membaca shoawat al-Faatih
Dengan tatakrama, pembuka terbaik akan mendatangimu”
“Dengan pembukaan, cahaya dan seluruh rahasia
Lebih cepat dari kerlingan mata”
“Dengannya, bukakanlah gedung-gedung rahasia
Tutuplah tingkatan orang-orang baik”
“Sebagai hidayah pada Nabi terpilih dari keturunan ‘Adnan
Sebagai ganti dari ahmad Tijaany”
“Dengan ini kami mencari ridho Allah al-Rohman
Serta ridho Nabi kami al-‘Adnaan
“Sungguh Sholawat al-Faatih teragung perantara
Kepada nabi, berkatalah pada setiap yang bertanya”
“Dia mencukupi semua dzikir
Setiap malam dan pagi hari”
“Serta Mencukupi dari semua awraad
Dalam agama, dunia, akhirat, dan hari menghadap Allah”
“Dengan ini guru Tijaany kami berkata
Sebagai nasihat kepada seluruh pengikutnya”
“Sebab keutamaan junjungan manusia
Baginya curahan kesalamatan”
“Dan keutamaan guru kami Syeikh Ahmad al-Tijaany
Curahan keridhoan baginya senantiasa turun dari Allah”
“Serta keberkahan Ahmad al-Tijaany
Juga dari karomahnya yang tiba setiap masa”
“Anugrahi kami Tuhan, dengan ridho dan ampunanmu
Serta pengawasan dari junjungan alam dunia”
“Juga pengawasan dari Ahmad al-Tijaany
Dalam tidur maupun jaga, mengiringi perjalanan masa”
“Serta kasih sayangMu dengan ridho dan wusul padamu
Dengan hanya karena keutamaan dan anugrah dari Allah”
“Tuhanku dengan al-Faatih bukakanlah aku
Sebab al-Khaatim tutuplah aku dengan segenap rahasianya”
“Dengan al-Nashir bantulah aku atas musuh-musuhku
Dan dengan al-haadi berilah kami petunjuk jalan yang lurus”

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang .
            Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kami termasuk golongan umat Junjungan seluruh Nabi dan Utusan dan mununtun kami pada Thoriqoh Khatmi para wali umat Muhammad Sholawat dan Salam semoga terhatukan bagi Junjungan kami Muhammad sang pembuka seluruh alam Pemimpin orang-orang mukmin yang bercahaya tangan dan wajah mereka dihari kiamat Juga atas Keluarga beliau yang sempurna bagai lautan Dan para sahabat yang telah menerima dan menjadi petunjuk sampai hari pembalasan Semoga Allah meridhoi Tuan Sandaran kami di dunia dan akhirat Guru Besar Yaquth merah yang bercahaya Wali Quthub yang tersimpan (al-Maktum) Wali Khotmi umat Muhammad yang di ketahui (antara para wali) Abul Faidh Ahmad bin Muhammad al-Tijany dan seluruh keluarga, anak turun, para Muqoddam, Sahabat dan orang-orang yang mencintai beliau dari golongan Jin dan Manusia.

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
          Selanjutnya, Tulisan ini adalah saduran dari Kitab-kitab Thoriqoh Tijaaniyyah Yang menerangkan keistimewaan Thoriqoh al-Ahmadiyah al-Muhammadiyyah al-Ibrohimiyyah al-Hanafiyyah  Maka, aku berkata: Beliau adalah junjungan kami Ahmad bin Muhammad yang dijuluki dengan Ibnu Umar al-Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad   Beliau inilah orang pertama yang menempati desa ‘Ain Madli dari para junjungan itu Beliau adalah bin Salim bin al-‘Iid bin Salim bin Ahmad yang dijuluki dengan al-‘Alwaany bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Jabbar bin Idris bin Ishaq bin Ali Zainal Abidin bin Ahmad bin Muhammad yang dijuluki al-Nafsu al-Zakiyah (jiwa suci) bin Abdullah bin Hasan al-Mutsanna (yang kedua) bin Hasan al-Sibthi (cucu Nabi Muhammad) bin Ali bin Abi Tholib (semoga Allah memuliakan jiwanya) dari istri Beliau Fatimah al-Zahro tuan putri wanita surga (semoga baginya keselamatan)  putri Makhluk terbaik dan junjungan mereka yaitu utusan Allah Muhammad SAW, Semoga rahmat dan keselamatan atanya beserta keluarga dan para sahabatnya serta segenap orang muslim .

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Adapun Ibu Beliau (Syeikh Ahmad Al-Tijaany RA) Adalah intan yang terpelihara dan mutiara yang tersimpan Tuan putri ‘Aisyah putri tuan al-Jalil Abi Abdillah tuanku Muhammad bin al-Sanusy al-Tijany al-Madloowy Beliau (Syeikh Ahmad RA) dilahirkan didaerah ‘Ain Madhi pada tahun 1150 dari Hijrahnya baginda junjungan seluruh utusan SAW dan beliau (Syeikh Ahmad RA) hafal al-Qur’an dengan hafalan yang baik di hadapan guru beliau al-Ridho al-Amin tuanku Muhammad bin hamawy al-Tijaany  pada saat usia beliau (Syeikh Ahmad RA) berusia 7 Tahun, kemudian beliau menyibukkan diri denga belajar ilmu-ilmu Ushul (Tauhid), Furu’ (Fiqih), dan Adab (Tasawuf) sehingga beliau menguasai seluruhnya dan beliau telah belajar pada Guru beliau al-Arif billah (yang ma’rifat pada Allah) tuanku al-Mabruk Ibnu Bu’afiyyah al-Madloowy al-Tijaany pada Syeikh (guru) ini beliau telah membaca Ringkasan Kitab Syeikh Kholil Dan kita al-Risalah, Muqoddimah Ibnu Kholdun serta kitab al-Khdlory  Kemudian beliau meneruskan dalam mencari Ilmu selang beberapa waktu di Negara beliau Sehingga beliau menghasilkan berbagai Ilmu yang bermanfaat dan juga memilki beberapa jawaban (dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada beliau) dalam beberapa bidang studi Ilmu pengetahuan sedang usia Beliau masih muda dan Beliau (Syeikh Ahmad RA) juga mempelajari Kitab, serta mengajar dan berbicara dengan orang lain Beliau juga menulis dan mendikte pada orang lain berbagai bidang Studi Ilmu yang bermanfaat Seperti Hadist, Tafsir, Fiqih, Tauhid, dan lan-lain maka siapapun yang ingin bertanya dan mancatat dari beliau maka beliau akan mendiktenya tanpa berpikir pada setiap jawaban yang Beliau inginkan Seakan-akan didepan beliau terdapat papan tulis. Kedua Orang Tua Beliau (Syeikh Ahmad RA) wafat pada hari yang sama sebab wabah penyakit sampar (pes) yaitu pada tahun 1166 (Semoga Allah Ta’ala mengasihi dan meridhoi Beliau berdua) setelah kepergian Kedua Orang Tua Beliau (Syeikh Ahmad RA) Menuju kepada Allah al-Rofiq al-A’ala (Teman Mulia), Beliau masih tetap dengan keadaan beliau Yaitu sibuk mencari Ilmu. Baik belajar Mengajar dan memberi Fatwa Sehingga Beliau Berumur 20 tahun kemudian Beliau pindah kedaerah Faz dan disana Beliau mendengar sebuah hadist yang menyebutkan sesungguhnya Rosulullah SAW Bersabda : Akan ada di Maghrib (Maroko) Kota yang disebut Fez sebagai kota panutan terlurus bagi penduduk Maghrib dan terbanyak penduduknya yang membaca sholawat penduduknya berdiri diatas kebenaran penentang-penentang mereka tidak mampu menyakiti mereka Dan Allah akan melindungi mereka dari segala yang mereka benci sampai hari kiamat

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Maka, orang pertama yang Beliau temui untuk memperoleh tujuan tersebut adalah junjungan yang mulia keturunan orang-orang mulia Tuanku Abu Muhammad al-Thoyyib Ibnu Muhammad Ibnu Abdullah Yang terkenal dengan sebutan Alwaany begitu juga Beliau bertemu dengan wali al-Quthb al-Kabiir Maulana Ahmad al-Shoqoly RA dan Beliau juga bertemu di Gunung Zabib dengan junjunganku Muhammad al-Wanjaly yang terlebih dahulu berkata kepada Beliau, sebelum Beliau sempat berkata sesuatu apapun padanya “Engkau harus mampu memperoleh kedudukan Imam al-Syaadzily” Selanjutnya (al-Wanjaly) mengungkapkan kepada Beliau beberapa Hal yang ada didalam batinnya kemudian mengisyaratkan kepada Beliau untuk kembali ke daerah ‘Ain Maadhi. dan juga Beliau bertemu dengan Wali yang Sholeh cucu dari al-‘Arif (Ma’rifat dengan Allah) Yang berguna   Tuanku Abdullah bin Tuanku al-‘Aroby bin Ahmad bin Muhammad al-Andalusy kemudian Beliau diskusi dengannya dalam beberapa perkara Beliau dan terakhir yang dikatakan kepada Beliau (Syeikh Ahmad RA) adalah : “Allah Akan Menuntunmu”,”Allah Akan Menuntunmu”,”Allah Akan Menuntunmu”. Diantara orang yang ditemui Beliau (Syeikh Ahmad RA) adalah Tuanku Abul ‘Abbas Ahmad al-Thowasyyi, yang selanjutnya mentalqin Beliau sebuah dzikir dan kemudian Tuanku (al-Thowasyyi) berkata kepada beliau :”Lakukan Kholwat, menyendiri dan berdzikir, serta bersabarlah sampai Allah membuka (hati) mu” kemudian Beliau bergegas menuju ke shahra’ untuk melaksanakan perintah Sayyid al-Wanjaly serta bertujuan mengunjungi zaawiyah (ruang sholat) Syeikh Abdul Qodir bin Muhammad al-Abyadl maka Beliau diam disana beberapa saat selanjutnya Beliau mengunjungi ‘Ain Madhi guna melaksanakan isyarat yang diberikan sayyid tersebut (al-Wanjaly) kemudian Beliau datang ke Kota Tilimsan lalu menetap disana yaitu pada tahun 1181 dari Hijrah Kenabian Dan pada tahun 1186 Hijriyyah Beliau berangkat dari kota Tilimsan menuju ke Kota Haram (Makkah) untuk melaksanakan haji ke Baitullah (Rumah Allah/Ka’bah) dan mengunjungi makam Nabi SAW Yang terpilih maka, pada saat Beliau sampai di Kota Azwawy Beliau mendengar keberadaan Junjunganku Abi Abdillah bin Abdir Rohman al-Azharyi kemudian Beliau menemuinya serta mengambil darinya Thoriqoh al-Khalwatiyyah dan sesampainya di Ibu Kota Tunis, Beliau menetap disana, dan juga didaerah susah dalam masa satu tahun penuh pada saat inilah Beliau berjumpa dengan Tuanku Abdus Shomad al-Rohawy yaitu salah satu murid wali Quthb Negara itu kemudian memintanya untuk mempertemukan Beliau dengan wali Quthb yang agung akan tetapi ia (Abdus Shomad) menolak dan memberikan alasan kepada Beliau bahwa wali Quthb tidak mengizinkan siapapun untuk menemuinya kecuali empat orang dan dia salah satu dari mereka pada saat itulah junjunganku Abil faidh al-Tijany mengirim utusan kepada wali Quthb yaitu seorang yang dicintai yang pergi bersama tuanku Abdus Shomad tadi maka utusan tersebut diterima wali Quthb dengan penerimaan yang baik dan Ia berkata :”Orang yang dicintai mengirim utusan orang yang dicintai sebagai Ungkapan kebahagian dan sebagai isyarat ketuhanan”  
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Kemudian Beliau (Syeikh Ahmad RA) bersiap-siap pergi ke Kota Kairo dengan tujuan menemui Syeikh Tuanku Mahmud al-Kurdy, maka sampailah Beliau disana dengan selamat dan afiat dan pada waktu pertama kali junjunganku (Syeikh Ahmad RA) menjumpai Syeikh Mahmud al-Kurdy, ia berkata kepada Beliau : “Engkau dicintai Allah di dunia dan akhirat” Junjunganku pun (Syeikh Ahmad RA) Bertanya padanya:”dari mana anda mengetahui Hal ini dan Ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) Berkata pada Beliau:”Dari Allah” kemudian setelah beberapa hari ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) bertanya kepada Beliau:”Apa yang engkau cari”? Beliau (Syeikh Ahmad RA) menjawab :”Kewalian Quthb yang tertinggi ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) berkata kepada Beliau:”Untukmu Lebih dari itu” Selanjutnya Beliau bersiap-siap berangkat menunaikan ibadah Haji maka sesampai Beliau di Kota Makkah Yang dimuliakan pada bulan Syawal tahun 1187 dari Hijriyyah Beliau belajar dengan Syeikh al-Imam Abil ‘Abbas Tuanku Muhammad bin Abdullah al-Hindy dari Dia, Beliau mendapat beberapa Ilmu dan Asroor dan juga beberapa hikmah dan anwaar sedangkan beliau tidak dapat bertemu langsung dengannya hanya melalui surat yang beliau kirimkan bersama pembantunya karena ia tidak di izinkan seseorang sama sekali dan ia berkata pada beliau dengan tuisan:”Engkau adalah pewaris Ilmuku, Asror-asrorku, pemberian tuhan padaku dan juga seluruh anwarku kemudian ia mengkhabari bahwa beliau harus mencapai kedudukan Syeikh Abil Hasan al-Syaadzily RA setelah beliau menyelesaikan ibadahnya dan juga telah menyempurnakan hajinya yang mabrur (baik) serta sa’inya yang masykur (diterima) beliau berangkat menuju Kota Madinah untuk mengunjungi makam Nabi yang Baik dan sesampainya disana, beliau memasukinya dengan rasa hormat, tenang serta mengagungkannya setelah selesai ziarah kemakam Nabi SAW, Beliau melanjutkan perjalanan mengunjungi al-Quthb al-Kabir (Wali Quthb yang Agung) yang terkenal dengan sebutan al-Samaan maka disaat Beliau bertemu al-Quthb al-Kabir, ia memberitahukan kepada beliau semua keadaan dan peristiwa yang akan Beliau alami serta akhir dari perjalanan Beliau  dan juga mewartakan bahwa sesungguhnya beliau adalah al-Quthb al-Jami’ kemudian ia berkata kepada junjunganku RA: “mintalah apa yang kau inginkan” maka beliau meminta darinya beberapa hal dan ia (al-Quthb al-Kabir) membantu beliau untuk mendapatkannya selanjutnya beliau kembali ke Kota Kairo untuk mengunjungi guru beliau Syeikh Mahmud al-Kurdy dan di saat beliau akan pindah kembali ke Maroko, guru beliau memberi izin kepada beliau untuk menyebarkan Thoriqoh al-Kholwatiyyah akan tetapi beliau (Syeikh Ahmad Tijany) menolak, lalu Syeikh Mahmud al-Kurdy berkata: “tuntunlah manusia dan aku yang menanggung” maka beliau berkata: “baik” kemudian Syeikh Mahmud al-Kurdy menuliskan ijazah (izin) dan sanad Thoriqoh kepada beliau selanjutnya beliau kembali ke Kota Tilimsan dan sesampai di sana, beliau menetap beberapa saat kemudian pindah menuju ke daerah al-Shahra’ pada tahun 1196 dan beliau menetap di desa al-Syalalah beliau pun tinggal di sana beberapa saat kemudian pindah ke Atwat dengan tujuan ziaroh maka beliau menemui sebagian wali di kota tersebut dan meminta darinya beberapa hal yang khusus kemudian beliau kembali lagi ke Desa Abi Samghun dan menetap di sana
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Maka saat telah datang waktu terbitnya kewalian di Desa Abi Samghun dan Syalalah terjadilah di sana al-Fath yaitu beliau meihat dengan kedua mata, Nabi sumber kasih sayang dan penolong Umat SAW dan Nabi mengizinkan Beliau mangajar kepada makhluq setelah Beliau menghindari bertemu dengan mereka karena perhatian Beliau pada diri sendiri dan enggan mengaku menjadi guru sehingga Beliau memperoleh Izin dari Nabi Muhammad SAW di saat terjaga, bukan dalam mimpi untuk mendidik makhluq secara umum dan mutlak dan Rosulullah SAW menjelaskan kepada beliau sesungguhnya Rosululah SAW adalah guru, pendidik dan penanggung Beliau dan juga Rosulullah SAW memerintahkan beliau mentalqin wiridnya yaitu membaca Istighfar dan membaca Sholawat atas Rosulullah SAW pada tahun 1200 yang bertepatan dengan ke-50 tahun umur Beliau RA Rosululah SAW menyemprnakan kepada Beliau dengan mentalqin wirid hailalah (setelah Istighfar dan Sholawat) dan Rosulullah SAW memerintahkan Beliau untuk meninggalkan seluruh yang Beliau dapat dari guru-guru Thoriqoh dan pemuka-pemuka Ahli Tawawuf karena jika telah datang sungai Tuhan, maka pasti tidak berguna sungai pegunungan dan pada bulan Muharrom tahun 1214 beliau mencapai pangkat al-Quthbaniyyah al-‘udzma dan pada tanggal 18 Shofar tahun tersebut Beliau mencapai kedudukan al-Khatm dan al-Katm yang kedua-duanya hanya di miliki oleh Khotim Wilayah al-Khoossoh dan sebagian dari santri Beliau memperingati hari ini sebagi hari raya al-Khotmi (‘Idul Khotmi) dan sesungguhnya tidak ada keistimewaan untuk berpisah jika ditemui jalan penghubung dengan pemilik al-Syafa’ah al-‘Udzma (Nabi Muhammad SAW)
“Tuhanku, limpahkan Rahmat-Mu atas manusia
            Penerima tujuh ayat, dua kali engkau firmankan atasnya”
“Limpahkan pula Rahmat-Mu bagi Keluarga dan Sahabat Nabi-Mu
            Juga atas Quthbi Tijaany kasih-Mu”
“Hai, engkau yang ingin mencapai cita-cita dambaan hati
            Tetaplah engkau  hadapkan diri pada Quthbi Tijaany”
“Bila beruntung engkau dekatnya
            Untukmu suka cita hati dan kesentosaan jiwa”
“Adakah tidak, jika ia seorang Imam
            Quthbi para Quthbi zaman”
“Penerima anugrah keutamaan dari Allah
            Yang tiada duanya di alam”
“Ia naiki puncak martabat
            Jauh dari ungkapan lisan”
“Hanya baginya al-Fatih sebagai wiridan
            Untuk dekat dengan Allah SWT”
“Dialah pemilik seluruh cahaya
            Surga tertinggi tempat pengikutnya”
“Baginda junjungan Jin dan Manusia memberinya petunjuk
            Semua arti laksana mutiara”
“Hanya junjungan Jin manusia penuntunnya dekat ke Allah
            Karena hanya dia yang tiada duanya”
“Tak satu wali yang menyamai
            Segala milik Quthbi Tijaany”
“Wahai Abal ‘Abbas
            Namamu penetram jiwaku”
“Wahai Abal Abbas padamu aku mengadu
            Wahai pengusir deritaku”
“Wahai Abal Abbas, aku mengharap
            Anugrah dan kesentosaan”
“Bukanlah hati abdimu
            Sebagai keutamaan dan anugrahmu”
“Engkau penolong manusia
            Engkaulah penyelamat setiap tawanan nafsu”
“Aku tamumu, dan balasan seorang tamu
            Terkabulnya keinginannya”

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Ketahuilah (semoga Allah mengasihimu) sesungguhnya guru, panutan, harapan dan sandaran kami, Abil Faidhil Ahmad bin Muhammad al-Tijaany termasuk orang yang telah menyerahkan usahanya untuk taat kepada Allah yang disembah dan termasuk orang yang mencari ilmu ada permulaanya melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah tidak untuk memperoleh keinginan nafsunya akan tetapi yang pertama Beliau lakukan adalah pembenaran taubat dengan syarat-syaratnya yang ada dalam Thoriqoh Beliau yaitu dengan menjaga syari’at dan batasan-batasanya serta meniadakan seluruh keinginan Beliau dengan membuang nafsunya seluruh kesenangan dan hal yang mengganggu selanjutnya Beliau memusatkan diri kepada Allah dengan menjaga Haq-haqnya kemudian terlihatlah bagi Beliau seluruh haqikat Beliau beribadah dengan tidak melakukan dispensasi (keringanan-keringanan) Syari’at dan penta’wilan Beliau juga bersungguh-sungguh di setiap waktu beliau juga menjaga pengendalian diri (berfikir) untuk memperdalam masalah perkhilafan (perbedaan pendapat antar ulama) yang tidak penting dengan berpegang teguh pada kitab (Al-Qur’an) dan Hadits dan perbuatan yang telah dilakukan oleh umat terdahulu serta Beliau menghadap pada junjunganya (Allah SWT) dengan segenap jiwa Beliau dan junjungannya mencukupi Beliau dari selainnya beliau telah mendirikan bangunannya atas dasar taqwa dan mencari keridhoan Allah sebab pertama kali Beliau sibuk dengan ilmu pengetahuan, hadits dan Al-Qur’an dan Beliau juga mengusai ilmu-ilmu asing (jarang dipelajari)  dan faham-faham yang rumit serta memerangi nafsu dan Istiqomah (rutin) dan wara’ (menjauhi kemakruhan) sejelek-jeleknya makhluq yang menginginkan selain junjungannya (Tuhan) dan Beliau menutup mata dari segenap keadaan dan memusatkan diri dengan beribadah kepada junjungannya dengan Kesungguhan Beliau juga berbudi pekerti seperti Ahli Zuhud (orang yang tidak menginginkan dunia) dan Ahli Ibadah tidak ada satupun yang menyibukan Beliau dari Allah begitu juga Beliau memurnikan diri untuk mengabdi dan membuang dari hati Beliau seluruh yang ada (selain Allah) sedangkan perilaku orang siddiq (yang berbakti serta selalu meyakini agama) ialah yang memurnikan amal serta bersungguh-sungguh menghadap Allah dalam setiap keadaan dan melupakan (tidak melihat) seluruh amal ibadah mereka sebab penyaksian  mereka kepada Allah yang maha agung lagi maha mulia Ringkas kata, syeikh ahmad adalah termasuk salah satu Imam besar pada masanya dan diantara imam yang para ulama sepakat untuk menghormati dan memuliakannya tanpa ada yang menolak dan menentang dari orang-orang yang memiliki ketulusan ibadah kepada beliau lah sempurna seluruh kepemimpinan hal ini (keagamaan) sebab Beliau, lebih terlihat pendidikan orang yang berjalan (menuju Allah) dan penyucian orang yang menginginkan (berjalan di jalan Allah) serta terbuka seluruh kesulitan mereka dan juga tersingkap seluruh keadaan mereka, yang tidak satupun pada masa Beliau orang yang mampu mencapainya, maka Beliau adalah orang yang mulia budi pekerti dan halus sifatnya sempurna tata krama dan agung pangkatnya juga cerdas akalnya dan seorang yang ceria dan pemilik ketenangan juga sering Tawadhu (rendah diri) dan sangat pemalu mengikuti hukum-hukum agama dan tata krama sunnah Nabi mencintai golongan kebajikan dan ulama memuliakan para Ahli ilmu teguh pendirian dan tidak condong pada hawa nafsu dan hanya kepada Allah kami memohon agar mengakhiri hidup kami dengan akhir yang diberikan kepada para kekasihnya serta menjadikan hari pertemuan dengan-Nya adalah hari terbaik dan terbahagia dari hari-hari kami   demi pangkat jiwa para kekasih-Nya dan intisari para orang pilihannya Nabi Muhammad SAW (semoga Allah melimpahkan Rahmat dan keselamatan atasnya dan atas keluarga serta para sahabatnya)    
 Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Dan di antara karomah yang dipercayakan kepada beliau dan tampak dari diri beliau oleh Tuhan sekalian hamba Sesungguhnya sering sebab beliau tempat yang jauh didekatkan Dan juga sering benda mati berbicara kepada beliau dengan bahasa yang fasih Serta beliau sering diperlihatkan hal-hal ghaib Beliau juga sering bercerita sesuatu yang akan terjadi, kemudian sesuatu itupun terjadi seperti apa yang diceritakan beliau dan begitu juga sering kali alam ini ikut pada perintah Beliau dan sering diantara sahabat Beliau yang mengalami sakit parah bias sembuh dengan keinginan Beliau yang luhur dan juga sering dengan sebab Beliau Alah menolong orang yang teraniaya maka tertolaklah penganiayaan yang akan dilakukan oleh tangan-tangan penganiaya dan juga sering Allah menolong dengan sebab Beliau orang-orang yang hampir meninggal tertimpa musibah di perjalanan darat maupun di lautan dan sering di antara pejabat yang lalim serta melebihi batas (aturan agama) dipecat seketika dari kekuasaannya oleh Allah sebab keinginan Beliau yang mulia dan juga sering orang sempurna yang tidak mulia dan orang bodoh (memiliki kemampuan) menjadi mulia sebab Beliau begitu juga banyak daerah-daerah yang dibantu dengan doa Beliau sehingga diberi hujan deras yang mengalir (airnya) pada semua hamba setelah mereka mengalami kemarau panjang dan selain tersebut dari karomah-karomah Beliau yang bersinar seperti memperbanyak makanan sedikit dengan doa atau pegangan tangan beliau yang suci juga seperti terkabulnya doa beliau yang bagaikan pedang samurai yang tajam dan juga seperti limpahan pertolongan beliau yang bagaikan curahan hujan deras dari awan hitam yang tebal dan di antara karomah Beliau RA sesungguhnya pada hari Sabtu bertepatan pada tanggal 17 dari bulan Allah al-Muharrom tahun 1270, mengalir dari makam beliau yang mulia sebuah mata air susu perah dan air susu ini semakin bertambah banyak keluar dari dalam makam Beliau sehingga semua orang berumpul dan berdesakan untuk mengambilnya tidak ada satu pun orang berakal di Fez kecuali memenuhi bejana-bejana mereka yang besar dengan air susu tersebut dan air susu tersebut masih ada bahkan tidak berubah sampai saat ini di sebagian tempat maka, alangkah agungnya karomah ini!
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Ketahuilah (semoga Allah mengasihimu) sesungguhnya Syeikh tuanku Ahmad al-Tijany RA adalah seorang yang terkenal, beliau tampak bagai matahari di tengah langit dan beliau adalah seorang wali Quthb yang tersimpan dan gedung yang dilingkupi rahasia ketuhanan dan al-Khotm bagi para wali Quthb umat Muhammad SAW dan para wali yang sholeh maka tidak ada satu pun wali yang memiliki kedudukan seperti kedudukan beliau juga tidak ada tempat yang lebih tinggi dan mulia dari tempat beliau dan tidak ada masyrob (masyrob adalah focus amaliyah “praktek” yang berkaitan dengan berjalan menuju kehadirat Allah yang meliputi persoalan, tingkatan, rasa dll. Seperti amaliyah dzikir jahry, dzikir khofy, dst.) yang lebih luas lagi sempurna daripada masyrob beliau maka sesungguhnya masyrob beliau menyatukan seluruh masyrob Thoriqoh dan masyrob (tersebut) hanya khusus bagi beliau dan sesungguhnya beliau (Syeikh Ahmad al-Tijany RA) adalah pusat seluruh perantara terdahulu dan yang akan datang dan juga beliau adalah gurunya para guru barzakh para barzakh serta sumber yang mengalir darinya semua anugerah, ilmu, ma’rifat, dan asror bagi seluruh para wali, para aqthob, para ‘arif, dan para kekasih Allah karena sesungguhnya Sayyidi al-Wujud (Nabi Muhamad SAW) memberitahkan kepada beliau secara langsung di saat terjaga bahwa sesungguhnya beliau adalah pemilik pangkat al-Khotm al-Muhammady yang diketahui para wali Quthb dan para al-Shiddiq dan sesungguhnya tidak ada kedudukan di atas kedudukan beliau di dalam hamparan ma’rifat kepada Allah al-Khotm inilah yang menerima seluruh bantuan yang mengalir dari dzat para Nabi semoga atas mereka rahmat dan keselamatan dan dia (al-Kothm) alirkan bantuan dari mereka (para Nabi) kepada semua para wali walaupun mereka tidak mengetahuinya keutamaan guru kami (Syeikh Ahmad Tijany) tidak dapat dihitung dengan bilangan dan tidak dapat disamakan serta tidak dapat diringkas oleh pena juga tidak dapat mengetahui hakikat keutamaan beliau kecuali Allah yang telah menganugerahkannya kepada Beliau dan Rosulullah SAW dan di antara karomah beliau yang tidak dimiliki oleh para wali Allah adalah jaminan baginda Sayyidi al-Wujud (Nabi Muhammad SAW) dan sabda Beliau SAW secara langsung di saat terjaga kepada Tuanku Abil Faydh Ahmad bin Muhammad al-Tijany RA seperti sabda Beliau SAW : “Sesungguhnya kedua orang tua orang yang mengambil wirid Thoriqoh ini beserta istri dan anak-anaknya akan masuk surga dengan tanpa hisab dan siksa, jika tidak ada kritikan dari mereka dan sesungguhnya Beliau SAW akan mendatangi mereka di saat meninggal dan ditanyai kubur dan sesungguhnya mereka berdzikir bersama tujuh puluh ribu malaikat dan pahalanya dicatat untuk mereka yang berdzikir serta sesungguhnya mereka tidak akan keluar dari dunia (wafat) kecuali mereka mencapai tingkat kewalian dan juga sesungguhnya imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kedatangannya adalah saudara mereka dalam Thoriqoh (Thoriqoh al-Tijaniyyah) dan sesungguhnya ahli Thoriqoh ini lebih tinggi kedudukannya daripada pembesar para wali Quthb mereka di Mahsyar memiliki tempat di bawah bayanga Arsy dan sesungguhnya mereka tidak akan mengalami peristiwa yang menakutkan di Mauqif,  mereka juga tidak melihat petir dan gempanya (Mauqif) bahkan mereka aman di pintu surga sehingga mereka memasukinya bersama utusan Allah (yakni Nabi Muhammad SAW) bersama rombongan pertama yaitu para sahabat Nabi SAW dan tempat tinggal mereka berada di tempat tertinggi di dalam surga ‘illiyyin cerita ini dari seorang yang dipercaya dan adil juga kekasih Allah dari baginda Nabi SAW tidak akan ada yang megingkari kebenarannya kecuali orang yang iri atau bodoh dengan kesempurnaan kekuasaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung maka Maha Suci Dzat yang memberi anugerah sesuatu yang Ia kehendaki kepada orang yang Ia kehendaki pula
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Diantara yang di sabdakan kepada Beliau (Syeikh Ahmad al-Tijani) oleh Baginda Nabi SAW di dalam al-Hadroh al-Musthofawiyyah adalah Wahai Ahmad, Sesungguhnya saya memerintah pengikutmu untuk tidak mengunjungi selain kamu, hanya sebagaian cobaan dan ujian mereka agar kamu mengetahui orang yang mempercayai dan yang mendustakanmu maka, orang yang mempercayaimu akan melaksanakan seluruh perintahmu seketika tanpa sebuah alasan dan keraguan dengan kelapangan hati dan juga kami larang mereka mengunjungi (Ziarah) kepada selain kamu baik yang hidup atau sudah meninggal hanya karena ketidak sempurnaan perhatian mereka kepada guru karena jika mereka mengunjungi wali selain guru mereka serta perhatian mereka berpaling dari hadapannya maka tertuputuslah hubungan antara mereka dengan sang guru dan juga terputus bantuan dari pihak sang guru, maka mereka tidak berada di pihak guru mereka dan juga tidak berada di pihak wali yang mereka kunjungi (Ziarahi) Allah tidak akan meletakan dua hati dalam satu orang dan saya hanya melarang mereka untuk melakukan itu hanya karena kasih dan sayang kepada mereka serta karena lebih memperhatikanmu dan pengikut-pengikutmu Hal inilah yang banyak di lupakan oleh para guru Thoriqoh oleh karena itu, sering tidak menghasilkan manfaat dari mereka kepada para pengikut mereka dan engkau wahai ahmad ! setiap orang yang taat perintahmu dan laranganmu maka dia darimu dan kamu darinya (ini adalah ungkapan ikatan antara Syeikh Ahmad  al-Tijany  dan para pengikutnya sehingga antara keduanya bagaikan tunggal), baginya dariku kerelaan dan penerimaan Rosulullah SAW memberi kabar gembira kepada Beliau dengan sesungguhnya seluruh Thoriqoh akan lenyap pada akhir masa dan tidak tersisa kecuali Thoriqoh Beliau (Syeikh Ahmad al-Tijany) dan sebagian Ahlu Kasyfi (orang yang diperlihatkan hal Ghoib) berkata : Sesungguhnya semua Thoriqoh pada akhir masa akan menjadi Thoriqoh al-Muhammadiyah ini dan itu pada saat semua Thoriqoh dan Madzhab menjadi satu dan sesungguhnya Rosulullah SAW menjamin kemulian kepada junjunganku Abil Faydh al-Tijany dari para pengikut Beliau dan keutamaan dari Allah yaitu satu Trilliun laki-laki dan seratus Miliyar perempuan dan Rosulullah berkata kepada sebagian pengikut Abil Faydh al-Tijany (Beliau adalah Abu Abdillah Sayyidy Muhammad al-Ghooly putra Muhammad Bu Thoolib al-Hasany al-Maknaasy.) engkau putra sang kekasih dan masuk dalam Thoriqoh sang kekasih (Syeikh Ahmad) maka tidak ada perantara antara engkau dan aku kecuali perantara ini (Syeikh Ahmad)  karena dia dariku dan aku darinya dan siapapun yang masuk dalam Thoriqohku dan dalam tanggunganku serta perlindungaku maka untuknya semua apa yang disebutkan oleh Kholifah besar pewaris terkenal yaitu al-Tijany yang suci dan sesungguhnya Tuanku Malaikat Jibril turun di depan Rosulullah SAW dan ia berseru dengan segenap suaranya didalam sebuah kelompok orang (sebuah kelompok tersebut adalah Rosulullah SAW, sebagai utusan Allah, Khulafa’ Rosyidin, Syeikh Ahmad dan sebagian dari jin, Manusia dan para malaikat pada Waktu sholat fajr yang di Imami oleh Rosulullah SAW) “Bahagialah ! bahagialah mereka yang mengambi Thoriqoh ini al-Tijany” Junjunganku Abul Faidh al-Tijany RA berkata : “Akan datang limpahan anugerah yang banyak atas para sahabatku sehingga manusia masuk dalam Thoriqoh kami dengan berbondong-bondong Limpahan anugerah ini datang sedangkan manusia dalam keadaan ditimpa kesulitan dan kesengsaraan  
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Beliau (Syeikh Ahmad RA) berkata : “Barangsiapa meninggalkan wirid dari wirid guru-guru (Thoriqoh) karena masuk dalam Thoriqohku al-Muhammadiyyah al-Ibrohimiyyah al-Hanifiyyah ini maka Allah akan memberikan kesentosaan padanya dalam dunia dan akhirat serta tidak akan ada sesuatu yang mencelakainya, tidak dari Allah, dari utusannya dan juga dari gurunya di saat mereka masih hidup maupun mati dan setiap orang yang masuk ke dalam golongan kami kemudian pindah ke lainnya maka Allah akan mengeluarkan dia dari hadapan-Nya lalu Allah akan mencabut angerah kecintaan kami (kepadanya), kemudian dia akan mati dalam keadaan kafir hanya pertolongan Allah yang menyelamatkan dari rekayasa-Nya dan dia (yang keluar dari Thoriqoh) tidak akan bahagia selamanya dan tidak ada satu Wali pun yang akan memberikan manfa’at kepadanya karena begitulah kenyataannya hal ini adalah janji yang benar-benar datang dari baginda Nabi SAW kepada kami Beliau juga berkata kepada saya : “Wahai Ahmad! Sesungguhnya orang yang mencelamu dan dia tidak taubat maka ia tidak akan mati kecuali dalam keadaan kafir walaupun ia haji dan jihad. akupun berkata kepada Beliau :”Wahai Rosulullah SAW! Sesungguhnya al-‘Arif Billah Sayyid Abdur Rohman al-Syaamsy menyebutkan bahwa sesungguhnya orang haji tidak akan mati dalam keadaan buruk akhir hidupnya Sayyid al-Wujud berkata kepadaku :”Wahai Ahmad! Barangsiapa yang mencelamu dan tidak bertaubat maka ia mati dalam keadaan kafir walau ia haji dan jihad Wahai Ahmad, setiap orang yang berusaha menghancurkanmu maka sesungguhnya aku marah padanya Wahai Ahmad, setiap yang kau sampaikan sesungguhnya engkau hanya menterjemahkan dariku Wahai Ahmad, engkau adalah kekasihku dan setiap orang yang mencintaimu kekasihku engkau termasuk orang-orang yang sentosa dan setiap orang yang mencintaimu termasuk orang sentosa orang-orang faqirmu adalah orang-orang faqirku dan murid-muridmu adalah murid-muridku sahabat-sahabatmu adalah sahabat-sahabatku maka Rosulullah SAW mengetahui bahwa antara sahabat Beliau dan sahabat Syeikh ini ada sebuah persamaan yang sempurna karena persamaan itu, mereka disisi Allah lebih agung dari pada pembesar Wali Aqthoob, para ‘arif dan para ‘aghwats walaupun mereka terlihat termasuk golongan orang-orang umum dan sesungguhnya Rosulullah SAW cemburu pada pengikut Thoriqoh ini dengan kecemburuan tertentu dan Beliau bersabda : Wahai Ahmad berkatalah kepada mereka : janganlah kalian saling menyakiti saya dengan saling menyakiti di antara kalian dan sesungguhnya orang yang tidak menghormati dan menyakiti mereka akan diusir oleh Allah dari sisi-Nya dan akan dicabut seluruh anugerah yang telah diberikan kepada mereka Syeikh Ahmad RA berkata Wahai hamba Allah! Wahai Hamba Allah! janganlah kalian tidak mematuhiku dalam hal ini yang telah aku katakan dan sampaikan kepada kalian karena sesungguhnya kebiasaan yang terjadi setiap aku menganjurkan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya demi kebaikannya sendiri kemudian dia tidak menerima anjuranku maka dia akan menerima cobaan melihat kadar pembangkangnya terhadapku dulu di sebuah kota dari daerah Madiriyyah timur ada seseorang yang menerima izin membaca wirid-wirid Thoriqoh al-Naqsyabandiyyah selanjutnya dia mengkritik sebagian hal dalam Thoriqoh al-Tijaniyyah yang tidak mampu dia ketahui dan pahami dan dia tetap dengan sikapnya sehingga pada akhir-akhir kehidupannya, dia menderita sakit dan 4 hari sebelu dia meninggal dia tidak mampu berucap juga berbicara kemudian terjadi hal yang mengejutkan keluarganya yang mendengar yaitu dia berkata tanpa suatu sebab dan hubungan al-Thoriqoh al-Tijaniyyah adalah Thoriqoh yang terbaik diatas bumi dia terus mengulangi kata-kata ini sampai jiwanya kembali ke Sang Pencipta  
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Pada al-Mustofa aku menghadap, dengan jiwa
            Aku mohon mengharap keselamatan dari duka lara
Hanya keutamaannya harapanku, ia sudi mengasihi
            Membuka hatiku, melapangkan dadaku
Ia tolak seluruh kesulitan, ia datangkan kemudahan
            Ia usir semua kesusahanku, dari jalan tidak ku mengerti
Hanya pada Ahmad Tijani, ku persempahkan cinta sanubari
            Ku adukan kesulitan yang menimpa, keresahan yang mendera
Tijani pemilik kemulyaan, kedudukan dan keluhuran
            Hanya dengan Tuhan, baginya kecukupan
Tijani seorang ilmuwan, bijak lagi berhias kemulyaan
            Tijani laksana gunung tinggi, ia alim bagi ahli Qur’an
Ilmu Tawuf tijani tiada tertandingi
            Ilmu Tafsirnya bagai lautan tak bertepi
Tijani selami kedalaman Hakikat
            Tijani kuasai luasnya syari’at
Tijani telah menggapai seluruh kemulian
            Dia unggul dalam ilmu, zuhud serta kesabaran
Tijani penolong semua manusia
            Mereka bersandar padanya dalam kepentingan dan bahaya
Ingat! Wahai temanku dengan guru ini berpeganglah kalian
            Taklukan nafsu, dengan usaha carilah kebenaran
Berjuanglah kalian diatas jalannya
            Perihalalah, serta pakailah budi pekertinya hai orang berakal
Jangan bersandar kecuali padanya, Wahai kekasihku
            Di saat zaman serba sulit ini, lagi sunyi dari kebaikan budi
Jika beberapa Negara engkau jelajahi
            Niscaya tak akan engkau temui asal seperti ilmuwan ini
Demi dia, tidak pernah aku menerka seperti kebaikannya
            Dalam hidup mataku tiada  ku memandang seperti padanya
Biarkanlah ku tarik ujung jubahnya karena membanggakannya
            Sebab siapa yang tak kan bahagia? Jika Tijani pelindungnya
Sekarang aku bersanding dengannya setiap saat ku bahagia
            Sungguh aku tak kan pergi dari sisinya
Hai! Lihatlah, hidupku sekarang mewah karena dekatnya
            Telah aku saksikan dia seperti aku angan dalam jiwa
Alangkah bahagia hamba yang meihatnya dengan dua mata
            Sungguh dia rengkuh kemuliaan atas manusia tanpa di Ingkari
Ingatlah wahai pemabuk cinta, berhentilah di tamannya
            Nuai dan petik buah ilmu sepanjang masa
Maka, puji bagi Allah, pencipta Syeikh yang mengetahui ilmu
            Mencapai puncak kedudukan yang tak di rengkuh pemilik Sir
Maka, tambahkan cintamu atas cintanya wahai al-faqir
            Sepangjang masa tetaplah bahagia bersamanya dan mengertilah
Jangan pula engkau palingkan wajahmu darinya singkirkan semua
            Yang merintangimu darinya, potonglah yang genap jadi satu
Karena hanya cahayanya yang membersihkan hati dari noda
            Karena wiridnya yang mencukupi murid dari kepayahan
Maka tetaplah bersamanya, karena siapa mencari akan menuai
            Dan siapapun memburu akan berhasil dengan cepat dan pasti
Persembahkan usahamu, jiwamu dan relalah dengan cintanya
            Pasti kau temui pertolongannya di kesulitan dan kemudahan
Sungguh lisan ku kelu mengungkapkan seluruh pujianku
            Dan sangat mengherankan jika timba mengurangi lautan
Wahai Tuhanku, demi Nabimu yang terpilih dari Bani Hasyim
            Serta para sahabatnya, pemilik perhatian dan kesabaran jiwa
Limpahkan selalu rahmat dan keselamatanmu
Atas orang yang pangkatnya naik di malam Qadar
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Di antara karomah Beliau (Syeikh Ahmad Tijani RA) sesungguhnya akan di letakkan bagi Beliau sebuah mimbar yang tercipta dari cahaya pada hari kiamat kemudia seseorang berseru sehingga setiap orang di Mauqif mendengar suaranya Wahai Ahli Mauqif inilah pemimpinmu, inilah pemimpinmu, yang kalian mengambi darinya di dunia tanpa sepengetahuan kalian hal ini tertentu untuk selain para Nabi dan Sahabat berkata Sayyid al-Wujud (Nabi Muhammad SAW) kepada Abil Faidh bagimu di dalam surga empat puluh tempat dari tempat-tempat para Nabi dan Beliau berkata (Syeikh Ahmad Tijany) sesungguhnya kedudukan kami disisi Allah pada hari kiamat tidak ada dari para wali yang memperolehnya dan sesungguhnya para wali dari masa sahabat sampai di tiupnya sangsakala tidak ada yang sampai pada kedudukan kami dan tidak pula mendekatinya Beliaupun berkata (Syeikh Ahmad Tijani) :” Jiwa Rosulullah SAW dan Jiwaku seperti ini” sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah “Jiwanya memberikan Bantuan pada para Rosul dan Nabi (semoga Allah melimpahkan keselamatan atas mereka semua) sedangkan jiwaku memberi bantuan pada para Quthb, Wali, Sholih, dari zaman azal sampai hari selamanya setiap Syeikh Thoriqoh mengambil dariku pada zaman Ghoib dan sesungguhnya para wali masuk dalam golongan kami dan mengambil wirid kami serta berpegangan dengan Thoriqoh kami dari permulaan wujud hingga hari kiamat berkata salah satu ahli Qurro’ al-Qur’an Syeikh Abu Noval : aku bermimpi melihat Rosulullah SAW dalam tidur seakan-akan aku mencium tangannya yang mulia maka Beliau SAW bersabda kepadaku : kenapa engkau tidak mengambil Thoriqoh Tijaniyyah maka aku berkata kepada Beliau : wahai junjunganku Rosulullah SAW saya telah mengambi Thoriqoh Qodiriyyah kemudian Beliau SAW mengulangi lagi kedua kalinya seraya bersabda kenapa engkau tidak mengambil Thoriqoh Tijaniyyah kemudian aku berkata : Wahai Rosulullah SAW saya memiliki izin memberikan wirid a-Qodiriyyah dan ini izinnya maka Rosulullah SAW bersabda : aku berkata kepadamu : kenapa kamu tidak mengambil Thoriqoh Tijaniyyah kemudian aku bertanya : Wahai junjunganku dari siapa aku dapat mengambil Thoriqoh Tijany maka Beliau bersabda kepadaku : Ambilah dari salah satu dari dua orang bias dari tuan Muhammad al-Hafidz al-Tijany atau dari tuan Muhammad al-Sayyid al-Tijany namun Muhammad al-Sayyid al-Tijany lebih dekat padamu dan sampaikan salamku padanya kemudian berkatalah padanya : “Rosulullah SAW menyampaikan salam atasmu dan berkatalah padanya : Berikan padaku izin membaca wirid Thoriqoh al-Tijaniyyah sungguh aku mendatangimu agar engkau memberiku izin membaca wirid Thoriqoh al-Tijaniyyah kemudian Sayyid Muhammad memberi izin setelah dia (Syeikh Abu Noval) menerima syarat-syarat mengamalkan Thoriqoh al-Tijaniyyah   Tuanku Ali a-Syittiiwy berkata : aku bertanya pada guruku (di dalam Barzakiyyah, karena Syeikh Abdul Qodir wafat pada tahun 560 H. dan Syeikh Ahmad al-Tijani hidup pada tahun 1150-1230.) Syeikh Abdul Qodir al-Jaelany RA Duhai junjunganku aku mendengar seorang Syeikh yang berada di daerah Abi Samaghun, bagaimana menurut anda? Maka Syeikh Abdul Qodir al-Jaelany RA berkata padanya : Wahai anakku, itu adalah pohon yang kami berteduh di bawahnya karena sebab ini Beliau (‘Ali al-Syittiiwy) mengambil Thoriqoh al-Tijaniyyah dan tuanku Abil Faidh RA berkata : segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan aku saat ini derajat Syeikh Abdul Qodir al-Jaelany RA dan ia menambahkan padaku atas yang telah dia berikan selama 40 Tahun     
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Di antara keistimewaan yang di jamin oleh Rosulullah SAW pada pengikut Thoriqoh ini yaitu jaminan-jaminan yang menyampaikan mereka masuk kedalam surga karena memuliakan kepada keturunan Beliau Yaitu Syeikh, sandaran dan kebahagian kami RA dan menjadikan kami, kedua orang tua, seluruh teman kami dan muhibbin (para pecinta Syeikh Ahmad Tijani) dalam Allah dari pengikut Thoriqoh Tijaniyyah ini para muhibbin dan pengikut Syeikh sama-sama memiliki 14 jaminan dari Rosulullah SAW Pertama : Sesungguhnya Rosulullah SAW menjamin mereka tidak akan mati kecuali atas iman dan islam Kedua : Allah akan meringankan mereka dari sakaratul maut (waktu sekarat) Ketiga : Sesungguhnya mereka tidak akan melihat dalam kubur mereka kecuali yang menyenangkan mereka Keempat : Allah akan memberikan keselamatan dari semua siksa kubur serta rasa takut siksa dan semua keburukan mati sampai menempati tempat mereka di surga Kelima : Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu dan yang akan datang Keenam : Allah akan mendatangkan seluruh kebutuhan mereka dari gedung keutamaan Allah bukan dari kebaikan mereka Ketujuh : Allah tidak akan menghisab dan menanyai mereka sama sekali juga tidak menanyai mereka yang sedikit ataupun yang banyak pada hari kiamat kedelapan : Allah akan menaungi mereka dibawah naungan arsy-Nya pada hari tidak terdapat naungan kecuali naungan Allah Kesembilan : Allah akan melewatkan mereka diatas Shiroth al-Mustaqim secepat kedipan mata di atas punggung para malaikat Kesepuluh : Allah akan memberi minum mereka pada hari kiamat dari telaga Nabi sebaik-baiknya Manusia SAW Kesebelas : Allah akan memasukan mereka kedalam surga tanpa hisab dan siksa, ikut golongan pertama yaitu bersama para sahabat Kedua Belas : Allah akan menjadikan mereka penghuni surga tertinggi dari surga Firdaus Ketiga Belas : sesungguhnya Nabi SAW mencintai orang yang mencintai al-Hadhroh al-Tijaniyyah Keempa Belas Sesungguhnya orang yang mencintai Beliau RA tidak akan mati sehingga dia menjadi Wali    
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany
Adapun jaminan lain yang hanya tertentu bagi para pengikut Beliau Jaminan tersebut adalah : Sesungguhnya kedua orang tua orang yang mengambil wirid Beliau dan Istri serta anaknya (dalam kitab Bulughul Amani Hal.18 di sebutkan : dan kedua orang tua istrinya “yakni mertua laki dan perempuan) akan memasuki surga tanpa hisab, siksa dan juga tanpa ketakutan karena sesungguhnya mereka seperti murid-murid Nabi SAW pemilik Syafa’at al-Udzmaa dan sesungguhnya Nabi SAW menyebut mereka sebagai sahabatnya setiap orang yang menyakiti mereka sama dengan menyakiti Nabi SAW dan sesungguhnya al-Imam Mahdi yang di tunggu adalah saudara mereka dalam Thoriqoh (al-Tijany) yang di antara tanda-tanda keluarnya (al-Imam Mahdi) adalah semakin bertambah banyak pengikut Thoriqoh ini adapun keluarnya al-Imam Mahdi dari Negara Timur kemudian di Baiat menjadi Kholifah di Baitullah (Makkah), dan dia mengambil Thoriqoh ini dari orang yang memiliki izin sah di kota Madinah al-Munawwaroh sesungguhnya pengikut Thoriqoh ini lebih tinggi kedudukannya dari para pembesar Wali Quthb dan juga sesungguhnya didalam dzikir wajib Thoriqoh ini terdapat bentuk lafadz dari lafadz-lafadz Asma Allah yang agung barangsiapa yang membacanya dengan sanad Muttashil (bersambung antara para periwayat) dia akan mendapatkan setengah pahala membaca nama yang tertentu dimiliki junjungan manusia (Nabi Muhammad SAW) setiap pengikut aman dari dicabut kembali anugerah pemberian setelah diberikan oleh Allah Dan juga setiap orang dari pengikut Beliau memiliki bagian pahala dari pahala membaca nama yang agung (al-Ismu al-A’dzom) lagi besar sebagai anugerah dari Allah Raja yang maha tahu begitu juga sesungguhnya mereka memperoleh pahala dzikir-dzikir yang mulia dari al-Ismu al-A’dzhom serta dzikir-dzikir yang tinggi di bawahnya, dengan pahala yang tidak diperoleh oleh para ahli ma’rifat dan wali Quthb sepanjang masa dan hari serta sesungguhnya Allah akan memberi mereka pahala amal orang yang beramal yang diterima amalnya lebih banyak 100 ribu lipat pahala yang diberikan kepada pemilik amal tersebut sebagai keutamaan dari-Nya sesungguhnya di antara mereka seseorang yang apabila ada orang melihatnya pada hari senin atau hari Juma’at (Mimpi bertemu dengan Syeikh Ahmad Tijani) maka orang yang melihatnya akan masuk surga tanpa hisab dan siksa sebagai warisan dari Imam kami yang konsisten dan di antara mereka orang yang jika dilihat oleh orang lain kemudian orang yang melihat berkata kepadanya :”saksikanlah sesungguhnya aku telah melihat dirimu Wahai pemilik sifat-sifat yang di Ridhoi” dan orang yang dilihat berkata : “saya bersaksi bahwa engkau melihatku” maka sesungguhnya orang yang melihat itu aka memasuki surga dengan sentosa dan selamat sesungguhnya mereka memiliki tempat khusus golongan mereka di Mahsyar yang berada dibawah naungan ‘Arsy tanpa selain golongan mereka oleh karena itu, mereka tidak memasuki Mahsyar (bersama orang yang bukan golongan mereka) dan tidak merasa kesulitan serta mereka tidak akan melihat cobaan karena terfokusnya mata mereka untuk menempati tempat teratas surga ‘illiyyin dari rumah kesentosaan sedangkan para muhibbin hanya bertempat di surga ‘illiyyin dari rumah surgawi sesungguhnya mereka memiliki alam barzakh sendiri yang mereka tempati selalu dan juga mereka tidak menemui teror-teror yang terdapat di Mauqif serta tidak melihat petir dan gempanya Mauqif bahkan mereka aman berada di pintu surga sehingga mereka memasukinya bersama Nabi yang terpilih SAW kebanyakan dari mereka memperoleh keutamaan ziarah makam rosul SAW di Raudlohnya yang dimuliakan lagi bersinar setiap hari dan juga mendapat keutamaan ziarah para wali, orang baik dari mulai awal wujud sampai waktu mereka sebab membaca Sholawat Jauharotul Kamal sesungguhnya Nabi SAW Kholifah empat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) ikut hadir dalam pembacaan wadzifah setiap hari bersama pengikut Thoriqoh mulia ini dan sesungguhnya Nabi SAW mencintai mereka dengan cinta khusus selain cinta beliau kepada mereka dan para muhibbin selama mereka selalu menjaga syarat-syarat Thoriqoh mereka akan memiliki tanda pada hari kiamat yang membedakan mereka dari seluruh manusia juga mereka dikenal sebagai murid-murid Rosulullah junjungan Bangsa Arab dan Ajam ( bangsa selain Arab) Tanda tersebut adalah setiap di antara kedua mata mereka tertulis sebuah tanda yang bercahaya :  محمد صلى الله عليه و سلم  (Muhammad semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan atasnya) dan di atas arah hati yang sebelah punggung tertulis:  محمد ابن عبد ا لله (Muhammad bin Abdillah) dan juga di atas kepala mereka sebuah mahkota khusus bagi mereka yang terbuat dari cahaya yang tertulis di dalamnya: الطريـقـة التجانية منـشأها الحقيقـة المحمدية (Thoriqoh al-Tijaniyyah timbulnya adalah hakikat Muhammad) atasnya dari Tuhan kami dan pencipta kami seutama rahmat dan sesuci keselamatan dan di antara keistimewaan yang agung bagi pengikut Thoriqoh al-Muhammadiyyah al-Tijaniyyah ini adalah Sholawat Fatih limaa ughliqo karena baginda Nabi SAW bersabda pada Junjunganku Abil Faidl al-Tijaany: Tidak ada seseorang yang membawa sholawat padaku lebih utama daripada Sholawat Fatih limaa ughliqo dan tuanku RA berkata: Seumpama penghuni tujuh langit dan bumi serta seisinya berkumpul untuk menyebutkan pahala sholawat fatih lima ughliqo maka mereka tidak akan mampu dan sesungguhnya satu kali dari sholawat fatih dengan melaksanakan syarat sepuluhnya yang seumpama penghuni alam dikalikan seratus ribu kemudian pahala sholawat fatih tersebut dibagikan atas mereka niscaya akan bias menghapus seluruh dosa-dosa mereka Junjunganku RA berkata: barangsiapa senantiasa membaca sholawat fatih limaa ughliqo dia pasti akan mati dengan membawa iman dan orang yang disebut senantiasa membaca sholawat fatih adalah orang yang membacanya walau satu kali sehari Yaa Allah limpahkanlah rahmat atas Tuanku Muhammad pembuka yang terkunci, penutup yang terdahulu, penolong kebenaran dengan membawa kebenaran dan penunjuk jalan-Mu yang lurus juga atas keluarganya dengan hak pangkat dan kedudukannya yang agung
Kabulkanlah do’a kami tuanku, Amin, Amin
            Jangan engkau sia-siakan harapan kami
Tuhan! Dengan penutup para Nabi Allah
            Baginya dan keluarganya seluruh rahmat Allah
Dengan pangkat Khatmi para wali Allah
            Atasnya seluruh siraman kasih sayang Allah
Dengan keutamaan dan anugerahmu, anugerahilah kami
            Dengan ampunan, penghapusan dosa serta keridloanmu
Kumpulkanlah kami dengan Nabi Muhammad
            Dan Abil Faidl al-Tijaany yang bernama Ahmad
Juga anugerahi kami kasih sayang dari Sayyid suku Adnaany
            Dan berilah kami ikatan hubungan dari Ahmad al-Tijaany
Serta pengangkatan dari Tuhan kami Sang Maha Pengasih
            Dengan itu semua kami akan naiki tingkatan ma’rifat billahi
Serta kasihanilah kami di setiap keadaan
            Selamatkanlah kami dari segenap marabahaya
Jagalah kedudukan kami dari kelelahan
            Serta dari keburukan masa dan dari semua ketakutan
Dan lindungilah kami dari semua syetan
            Juga dari golongannya, baik manusia maupun jaan
Wahai Tuhanku tetapkan kami atas imann
            Jagalah hati kami dari kekufuran
Jagalah Negara kami demi pangkat al-Haadi
            Dari kekuasaan kafir  dan musuh kami
Lingkupi kami dengan kasih sayang dan sentosa
            Serta dijaga, dan satukan kalimat imani
Sebarkan bala tentara agama dan Islami
            Atas semua musuh yang kafir lagi tercela
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Yaa Allah demi pangkat Junjunganku Muhammad SAW yang memiliki keagungan pangkat dengan kadar keagungan dzat-Mu demi pangkat hamba-hamba-Muyang jika Engkau memandang mereka, maka tenanglah marah-Mu demi kehormatan para Malaikat yang mengitari ‘Arsy serta kehormatan guru kami ini, Syeikh Ahmad al-Tijaany RA dan kehormatan penggantinya tuanku al-Haaj Ali al-Haroozim RA semoga Engkau melimpahkan rahmat atas Junjunganku Muhammad beserta keluarga, sahabat, istri, anak turun Beliau dan semoga Engkau mengampuni kami, orang tua, teman-teman kami juga keluarga mereka dan seluruh kaum muslimin dan muslimat yang masih hidup atau sudah meninggal dan Engkau alirkan pada kami pertolongan dari guru kami Syeikh Ahmad al-Tijaany ini yang berkahnya kembali pada kami dalam agama, dunia dan akhirat kami dan engkau jadikan kami dan anak turun kami selamat ta’at  juga mengenal engkau tegak dan tunduk pada syari’at dan saling menyukai kebaikan memiliki budi pekerti yang baik, membahagiakan dan membanggakan pada kedua orang tua mereka, tidak menyusahkan pada keduanya dan tidak membuat lega musuh keduanya mereka semua zuhud di dunia dan diberi kemudahan, dan mereka diberi rizqi yang halal, baik, luas, tanpa susah payah dan merendah di hadapan makhluk sebab mencarinya dan tanpa mengingat-ingat, mengatur untuk memperolehnya dan engkau jaga kami dan mereka dari keharaman rizqi , perbuatan, niat dan keyakinan juga engkau beri rizqi kami dan mereka keimanan yang sempurna dan keyakinan yang benar dan engkau anugerahi kami dan mereka ilmu yang manfaat akal yang benar dan kefahaman yang benar pula dan engkau pakaikan pada kami serta mereka pakaikan berupa kesehatan dan kesungguhan dan engkau hiasi kami dan mereka dengan kearisan, ketenangan, iffah (sederhana) dan muru’ah (harga diri) yang sempurna dan kasihanilah kami dan mereka dengan menerima amal perbuatan kami dan mereka yang kurang dari syarat diterima, serta muliakan kami dan mereka dengan ketaqwaan dan berilah kami dan mereka keutamaan merasakan kelezatan ibadah dan munajat pada-Mu dan angkatlah derajat kami dan mereka dengan tentram bersamamu dan Engkau bersihkan hati kami dan mereka dari sibuk dengan selainmu dan engkau berkahi umur kami dan mereka serta sampaikan kami dan mereka haji ke Baitullah al-Harom (rumah Allah yang mulia) dan mengunjungi makan nabi-Mu Junjunganku Muhammad SAW dan semoga Allah akan melimpahkan rahmat-Nya atas manusia terbaik Junjunganku Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya Maha Suci Tuhanmu, Tuhan kemuliaan dari segala mereka (orang yang kafir) sifati dan keselamatan bagi seluruh utusan serta segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam

Terjemah kitab faidurRabbany